6 Bagian Kapal yang Perlu Anda Ketahui

ilustrasi kapal

ilustrasi kapal

Kapal merupakan alat transportasi yang efektif karna mampu mengangkut barang maupun manusia dalam jumlah yang banyak. Kapal menjadi tumpuan transportasi di bidang kelautan. Dalam perjalanannya, manusia selalu berusaha meningkatkan kemampuan kapal untuk memenuhi kebutuhannya.

Kapal mempunyai beberapa bagiang yang harus Anda ketahui, yaitu:

  1. Bridge (anjungan)

Tempat untuk mengemudikan kapal, di mana alat-alat navigasi, seperti radio, radar, dan lain sebagainya ditempatkan. Anjungan juga tempat nakhoda dan crew deck bekerja dalam mengoperasikan kapal.

  1. Hull (lambung kapal)

Biasanya terbuat dari baja. Lambung kapal merupakan bagian tengah kapal yang terdiri dari bagian lambung kanan dan bagian lambung kiri. Di lambung terdiri dari frame kapal dan deck tempat menampung muatan.

  1. Main Deck (cargo hold)

Main deck   berfungsi sebagai tempat penampungan muatan.

  1. Forward (bagian depan kapal).Deck bagian depan kapal. Tempat di mana terdapat alat-alat untuk berlabuh, seperti mooring winch, bollard, tali, dan lainnya.
  2. Forecastle Deck
  3. Poop Deck

Deck bagian belakang kapal, tempat di mana terdapat alat-alat untuk berlabuh, seperti mooring winch, bollard, tali, dan lainnya

Hal Penting tentang Kapal Kargo, Anda Harus Ketahui

Salah satu penunjang utama nilai ekonomi maritim berasal dari aspek transportasi laut. Transportasi laut memegang peranan penting, karena dapat memperlancar transaksi barang antara satu pulau dengan pulau lain. Peranannya dapat merangsang pertumbuhan ekonomi pada wilayah berkembang.

Selain itu, transportasi laut dapat menjadi sarana untuk melayani mobilitas manusia, barang, dan jasa, baik di dalam maupun dari dan ke luar negeri. Sebab, lebih dari 90 persen volume barang ekspor-impor diangkut melalui laut, dan sekitar 88 persen pergerakan barang antar-pulau nasional diangkut melalui laut.

Kapal kargo adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut muatan. Menurut Jenis muatan yang diangkut, kapal kargo dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.

  1. Kapal kontainer, yakni kapal kargo yang khusus mengangkut muatan dalam bentuk petikemas.
  2. Kapal tanker, adalah kapal kargo yang mengangkut muatan dalam bentuk cairan, seperti minyak.
  3. Kapal LNG, yaitu kapal kargo yang mengangkut muatan Liquid Natural Gas.
  4. Kapal general cargo atau bulk, yakni kapal kargo pengangkut muatan umum yang telah di-packing atau pun yang tidak di-packing (curah). Muatan yang di-packing seperti mesin, pupuk, semen, coli, dan lainnya. Muatan curah seperti nickel ore, PKE (Palm Kernel Expeller), batubara, dan lainnya.

Sementara ukuran kapal kargo berdasarkan muatan adalah sebagai berikut.

  1. Dry cargo (muatan kering/curah), terdiri dari Small Handy size memilii DWT (dead weight ton) sekitar 28 ribu; Handy size dengan DWT sekitar 28 ribu-40 ribu; Handymax yang memilii DWT sekitar 40 ribu-50 ribu; Panamax; Capesize.
  2. Oil, terdiri dari Aframax dengan DWT sekitar 75 ribu-115 ribu; Suezmax; VLCC (Very Large Crude Carrier) memilii DWT sekitar 150 ribu- 320 ribu; ULCC (Ultra Large Crude Carrier) dengan DWT sekitar 320 ribu-550 ribu.
  3. Container, terdiri dari feeder container vessel, yakni kapasitas TEUs yang dapat diangkut oleh sebuah kapal feeder berkisar 1.000-2.000 TEUs; Feedermax berkapasitas angkut 3.000 TEUs; Panamax, berkapasitas 5.000 TEUs dengan panjang kapal 292.15 m, lebar 32.2m, dan kedalaman draft 21.2 m; Post Panamax dengan kapasitas TEUs 10 ribu TEUs; New Panamax berkapasitas 14.500 TEUs; Ultra Large Container Vessel ( ULVC ) dengan kapasitas angkut lebih dari 15 ribu teus, serta panjang kapal 397 m, lebar 56 m, draft 15.5 m

 

Sumber: Jurnal Maritim

Sebagai negara Bahari, Indonesia harus mengembangkan kelautan agar perpindahan barang antar pulau dapat berjalan dengan lancar. Kapal Kargo yang berkualitas baik dan berjumlah memadai dapat membantu Indonesia menjadi negara maritim yang disegani seperti yang diharapkan Pemerintahan Baru 2014-2019. Jayalah Indonesia!

Potret Pengrajin Kapal Nelayan Pantai Cilincing, Jakarta

Bagaimana wajah pengrajin kapal tradisional kita? Berikut pemaparan dari Jurnal Maritim

Pengrajin Kapal Nelayan Pantai Cilincing. Foto Kredit: Firmanto Hanggoro

Pengrajin Kapal Nelayan Pantai Cilincing. Foto Kredit: Firmanto Hanggoro

Banjaran kapal terlihat bersandar miring di tepian pantai berbatu. Kondisinya miris memprihatinkan. Penampakannya sedari jauh saja sudah terkesan tidak laik untuk berlayar. Tidak jauh dari sana terlihat aktivitas pertukangan. Mereka tengah memperbaiki perahu-perahu yang kondisinya tidak jauh berbeda dari perahu bersandar miring di tepian pantai.

Tangan-tangan cekatan bekerja terampil di atas rangka kayu yang akan dijadikan bahan dasar pembuatan kapal. Kayu-kayu itu didatangkan dari Jepara, beragam jenisnya, seperti jati dan laban. Suatu jenis kayu berbahan yang diperhitungkan kokoh dan awet, demi mengarungi luasnya lautan.

Para pengrajin kapal nelayan tradisional di tepian Pantai Cilincing, Jakarta Utara, kebanyakan merupakan pendatang dari Cirebon. Sebagian besar dari mereka sudah sangat akrab dengan kehidupan memecah ombak.

Soal keamanan dan kenyamanan melaut, sudah barang tentu menjadi hal utama yang senantiasa diperhatikan, karena hal itu terkait hasil seberapa banyak pendapatan menjaring ikan demi perbaikan nasib keluarga.

Keahlian yang diperoleh secara turun-temurun itu ternyata memang tetap masih dipertahankan. Terlihat dari penggunaan bahan-bahan dan alat pertukangan tradisional, seperti kapak perimbas, juga pasak kayu besar maupun kecil, sebagai alat penyambung rangka di tiap-tiap bagian kapal.

Besar biaya pembuatan kapal baru berukuran 10 GT bisa mencapai harga lebih kurang Rp150 juta, sedangkan untuk biaya renovasi tergantung besar kecilnya kerusakan yang dialami sebuah kapal.

Itulah sekelebat wajah pengrajin kapal nelayan tradisonal yang berdiam di tepian Pantai Cilincing, Jakarta. Dengan keahlian warisan yang diturunkan dari kakek buyut yang juga pelaut, mereka bertahan di antara empasan ombak yang sering kali mendatangkan cuaca tidak menentu bagi perekonomian keluarga.

Sumber: Jurnal Maritim

Mercusuar-Mercusuar Kepulauan Seribu

mercusuar. foto kredit: Wikipedia

mercusuar. foto kredit: Wikipedia

Kepulauan Seribu merupakan surga bahari Jakarta. Kepulauan Seribu menawarkan pengalaman wisata bahari. Selain menawarkan wisata bahari, Kepulauan Seribu juga memiliki pulau-pulau bersejarah seperti Pulau Kelor, Onrust, Cipir, Bidadari, Sebira, Damar Besar dll.

Pulau Sebira sebagai pulau paling utara memiliki mercusuar tua yang dibangun pada 1869. Berdasarkan kbbi online, mercusuar adalah  menara yg dibangun di pantai, pulau kecil di tengah laut, daerah berbatu karang, dsb, yg memancarkan sinar isyarat pd waktu malam hari untuk membantu navigasi. Adapun pulau-pulau yang memiliki mercusuar adalah:

  • Mercusuar Pulau Sebira:

Tahun didirikan: 1869

Tinggi: 60 meter

  • Mercusuar Pulau Damar Besar/Pulau Edam:

Tahun didirikan: 1879

Tinggi: 52 meter

  • Mercusuar Pulau Payung Besar:

Tahun didirikan: 1890

Tinggi: 30 meter

  • Mercusuar Pulau Peniki:

Tahun didirikan: 1981

Tinggi: 60 meter

Dari berbagai sumber

Kami menyewakan berbagai tipe Speedboat dan Yacht  untuk keperluan memancing,nyekar, larung, pre wedding, dan wisata pulau Kepulauan Seribu silahkan klik SINI

Jenis Kontrak Sewa Kapal Offshore Supply Vessel (OSV)

tug boat dan kapal tongkang

tug boat dan kapal tongkang

Offshore Supply Vessel (OSV) merupakan kapal khusus penunjang kegiatan lepas pantai dalam industri minyak dan gas. Spesifikasi dan variasi desainnya bermacam-macam. Spesifikasi jenis kapal tergantung tahap yang dilakukan, seperti eksplorasi, pengembangan, atau produksi

Demi menunjang kegiatan offshore, perusahaan tidak ragu melakukan kontrak sewa kapal dalam usaha pelayarannya. Salah satunya, kontrak yang terkait antara shipowner dan penyewa kapal OSV.

Sistem persewaan disesuaikan kebutuhan, dan tentunya yang paling menguntungkan bagi kedua belah pihak yang terikat dalam kontrak tersebut.

Menurut data Hill Dickinson, perusahaan hukum komersial internasional, kontrak yang biasanya digunakan atau terkait dengan kapal lepas pantai, di antaranya:

  • Time contract. Time contract merupakan sewa kapal berdasarkan jangka waktu, di mana kru kapal memiliki jarak waktu tertentu dalam mengoperasikan kapal
  • Lump sum contract.  Kontrak sewa kapal di mana semua risiko yang terjadi ditanggung penyedia jasa penyewaan kapal.
  • dan Bareboat charter. dalam kontrak ini penyewa mempunyai hak penguasaan atas kapal

Para penyewa harus memastikan kontrak yang sesuai dan benar sehingga tidak salah memilih kontrak yang justru merugikan kedua belah pihak.

Sumber: Jurnal Maritim

Kami menyewakan berbagai tipe Speedboat dan Yacht  untuk keperluan memancing,nyekar, larung, pre wedding, dan wisata pulau Kepulauan Seribu silahkan klik SINI