Rental Speedboat Jakarta

Sewa Speedboat Survei

Survei Pulau Putri dan Pulau Ayer

Tim Survei Indonesia Power di Pulau Ayer

 

Tim Survei Indonesia Power yang beralamat di Jln. Aipda KS. Tubun no 8 Bambu Selatan, Palmerah berfoto bersama di Pulau Ayer, Senin, 5 September 2016. Tim ini menyurvei Pulau Putri dan Pulau Ayer untuk kepentingan Employee Gathering Indonesia Power di bulan November.

Apabila Anda membutuhkan speedboat untuk kebutuhan survei, Anda dapat menghubungi kami di
info@bigsmiletravel.com

0877-8620-5674 (Call)
0813-9863-1454 (WhatsApp Only)

Pre Wedding Pulau Tidung dan Pulau Pari

Take my hand. Pre Weding shoot in Pari Island. Photo Credit: Rental Speedboat Jakarta

Pre Weding shoot in Virgin Beach Pari Island/Sesi Pre Wedding di Pantai Perawan Pulau Pari. Photo Credit: Rental Speedboat Jakarta

Baby take my hand
Let’s see where this could go
Try to understand
We can take this slow

(lebih…)

Jakarta Boats Charter

Boats are ready to charter. Rental Speedboat Jakarta

Boats are ready to charter. click for enlarge

Need an escape? Far from busy and bustling Jakarta?

Dream of blue sky, clear seawater, white sand beach?

Want to unwind in the beach?

Lazing in the beach bench?

Sunbathing?

Or you want to fish? Thousand Island is well known for its red snapper

But don’t have much time?

rentalspeedboat.com

Sepa Island is well known for its white sand beach.

Jakarta has Thousand Islands (Kepulauan Seribu). Its name is Thousand Islands, though there are just hundreds. Jakarta has offered some beautiful islands where you can relax, such as Genteng Kecil Island, Sepa island, Pelangi island, Putri island, Pari island. You can reach the island 1.5 hours by speedboat so you can have one day trip.

Ask your family and friend trip out to one or two or more these beautiful island (s). The more the merrier. You can charter our boat so you have private trip.

If you have questions , please contact us at

info@bigsmiletravel.com

+62877-8620-5674 (Cal)

+62813-9863-1454 (WhatsApp Only)

Michael.Kaps 14 Org, 2x150HP, AC, Toilet, LCD Michael.14 persons, 2x150HP, AC, Toilet, LCD Michael.Kaps 14 Org, 2x115HP, AC, Toilet, LCD Michael.14 persons, 2x115HP, AC, Toilet, LCD Michael.Kaps 14 Org, 2x115HP, AC, Toilet, LCD Michael.14 persons, 2x115HP, AC, Toilet, LCD
Stingray.Kaps 16 Org, 2x175HP, AC, Toilet, LCD Stingray.16 persons, 2x175HP, AC, Toilet, LCD Stingray.Kaps 16 Org, 2x175HP, AC, Toilet, LCD Stingray.16 persons, 2x175HP, AC, Toilet, LCD Stingray.Kaps 16 Org, 2x175HP, AC, Toilet, LCD Stingray.16 persons, 2x175HP, AC, Toilet, LCD
Concord. Kaps 18 Org, 2x175HP, AC, Toilet, LCD Concord. 18 persons, 2x175HP, AC, Toilet, LCD Concord. Kaps 18 Org, 2x175HP, AC, Toilet, LCD Concord. 18 persons, 2x175HP, AC, Toilet, LCD Kaps 18 Org, 2x175HP, AC, Toilet, LCD Concord. 18 persons, 2x175HP, AC, Toilet, LCD
Vincent. Kaps 20 Org, 2x1250HP, AC, Toilet, LCD Vincent. 20 persons, 2x250HP, AC, Toilet, LCD Vincent. Kaps 20 Org, 2x1250HP, AC, Toilet, LCD Vincent. 20 persons, 2x250HP, AC, Toilet, LCD Vincent. Kaps 20 Org, 2x1250HP, AC, Toilet, LCD Vincent. 20 persons, 2x250HP, AC, Toilet, LCD
Predator. Kaps 26 Org, 2x300HP, AC, Toilet, LCD Predator. 26 persons, 2x300HP, AC, Toilet, LCD Predator. Kaps 26 Org, 2x300HP, AC, Toilet, LCD Predator. 26 persons, 2x300HP, AC, Toilet, LCD Predator. Kaps 26 Org, 2x300HP, AC, Toilet, LCD Predator. 26 persons, 2x300HP, AC, Toilet, LCD
Miss Lee. Kaps 30 Org, 3x300HP, AC, Toilet, LCD

Miss Lee. 30 persons, 3x300HP, AC, Toilet, LCD

Miss Lee. Kaps 30 Org, 3x300HP, AC, Toilet, LCD

Miss Lee. 30 persons, 3x300HP, AC, Toilet, LCD

Miss Lee. Kaps 30 Org, 3x300HP, AC, Toilet, LCD

Miss Lee. 30 persons, 3x300HP, AC, Toilet, LCD

Zevolution. Kaps 37 org, 3X250HP, AC, Toilet, LCD Zevolution. 37 persons, 3X250HP, AC, Toilet, LCD Zevolution. Kaps 37 org, 3X250HP, AC, Toilet, LCD Zevolution. 37 persons, 3X250HP, AC, Toilet, LCD Zevolution. Kaps 37 org, 3X250HP, AC, Toilet, LCD Zevolution. 37 persons, 3X250HP, AC, Toilet, LCD
LumbaLumba. Kaps 45 org, 2X250HP, AC, LCD LumbaLumba. 45 persons, 2X250HP, AC, LCD, Toilet LumbaLumba. Kaps 45 org, 2X250HP, AC, LCD LumbaLumba. 45 persons, 2X250HP, AC, LCD, Toilet LumbaLumba. Kaps 45 org, 2X250HP, AC, LCD LumbaLumba. 45 persons , 2X250HP, AC, LCD, Toilet

Banyak Kapal Ojek Yang Tidak Penuhi Syarat Kelayakan Berlayar

Pelabuhan Kali Adem memegan peranan penting dalam lalu lintas barang dan jasa ke Kepulauan Seribu. Pelabuhan ini juga menjadi andalan warga menuju Kepulauan Seribu.

Namun sayangnya, hingga Rabu (21/10/2015), baru 23 dari total 42 kapal ojek rute Pelabuhan Kali Adem-Kepulauan Seribu yang mengantongi sertifikat kelayakan jalan.

(lebih…)

Standarisasi Kapal untuk Keselamatan Pelayaran

Kapal merupakan ujung tombak identitas maritim. Di saat visi maritim menjadi ujung tombak kesejahteraan bangsa seharusnya alat transportasi laut yakni kapal mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Permasalahan visi kemaritiman sampai saat ini terletak pada sulitnya mendefinisikan substansi poros maritim. Konsepsi Tol laut yang menjadi ujung tombak perwujudan poros maritim memang sedang digalakkan namun kenyataan lapangan masih jauh panggang dari pada api.

Hal tersebut semakin menjadi jika belum mampu ditemukannya format yang tepat bagi implementasi visi maritim. Maka dari itu, kapal merupakan urat nadi dari poros maritim, sebagaimana disampaikan oleh pakar maritim Rodhial Huda dalam sebuah seminar. Laut itu tidak terbatas mereka yang menguasai laut adalah mereka yng memiliki armada. Ini konsepsi poros maritim seutuhnya. Artinya konsep penguasaan laut tergantung dari siapa yang menguasai laut baik secara the facto maupun the jure. Mustahil kita mampu menguasai laut, jika sampai saat ini kita belum mampu mempunyai armada pelayaran yang mumpuni.

Jika saat ini kita melihat kapal-kapal nelayan yang berlayar di Indonesia, maka sampai saat ini bisa dipastikan hampir seluruhnya jauh dari kata laik layar. Potret tersebut dapat dilihat dengan tidak adanya standarisasi model kapal nelayan untuk setiap lokasi pelayaran. Padahal yang perlu kita cermati tidak semua kapal dapat digunakan untuk lokasi pelayaran. Perlu ada beberapa pertimbangan penggunaan kapal sebelum menentukan desain dan ukuran kapal.

Sayangnya hal ini belum menjadi prioritas pemerintah untuk menyiapkan standarisasi kapal nelayan yang akan digunakan. Alhasil setiap tender kapal, pemerintah hanya mengacu terhadap kondisi kapal yang sudah digunakan. Ini yang terkadang membuat kapal-kapal bantuan pemerintah jarang digunakan oleh nelayan.

Kebijakan Pemerintah

Jika kita melihat standarisasi IMO maka hanya kapal nelayan yang berukuran lebih dari 24 m yang ada. Artinya untuk kapal nelayan yang berada dibawah itu belum ada standart yang jelas. Ini menjadi pertanyaan bagaimana selama ini standarisasi keselamatan para nelayan Indonesia. Padahal dalam peraturan IMO untuk kapal ikan diharuskan untuk disesuaikan dengan kondisi negara setempat. Standarisasi kapal sangat berkaitan dengan faktor keselamatan, inilah yang seharusnya menjadi concern bagi para pengambil kebijakan.

Di samping itu kita juga melihat bagaimana kondisi pengadaan kapal di wilayah Indonesia Timur. Perlu diketahui bahwa kondisi geografis Indonesia Timur tidak bisa disamakan dengan kondisi Indonesia Barat. Ini yang menjadi koreksi besar jika ternyata ketika tender dilakukan, pemerintah menerapkan sistem sister ship, atau kapal dengan satu desain digunakan di tempat berbeda. Padahal kita memiliki banyak pakar dan ahli teknologi perkapalan yang seharusnya mampu mengoreksi hal ini.

Dalam melakukan perancangan kapal perlunya sebuah parameter mulai dari fungsi kapal, keadaan ombak di wilayah pelayaran, kondisi pelabuhan sandar pendukung dan masih banyak lagi. Tentunya hal ini menjadi ironi di tengah hingar bingar visi poros maritim Indonesia. Sementara para pemangku kebijakan tidak mampu mengambil tindakan mendasar, yakni melakukan standarisasi kapal. Ini menjadi sebuah evaluasi besar bagi kita semua terutama para stakeholder maritim khususnya di bidang perkapalan.

Pemerintah harus segera mengambil tindakan konkret terhadap kondisi ini. Pertama, perlunya pemerintah menentukan standarisasi desain kapal untuk nelayan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keselamatan nelayan, jangan hanya fokus pada penggunaan alat tangkap saja. Kedua, dalam perancangan kapal perintis pemerintah perlu melakukan standariasasi kapal terutama untuk wilayah pelayaran Indonesia Timur karena kondisi geografisnya sangat berbeda dengan kondisi Indonesia Barat.

Sebuah harapan besar visi poros maritim Indonesia menjadi upaya seluruh stakeholder maritim agar mampu mengambil peran untuk berbagai perbaikan maritim yang signifikan bagi kebijakan maritim. Jangan sampai poros maritim hanya menjadi kampanye dan gagasan bagi dunia luar, namun kita masih keropos di dalam, terutama dalam berbagai kebijakan yang menyangkut kesejahteraan dan keselamatan masyarakat.

Penulis: Ahlan Zulfakhri

Sekjen Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI),

Aktif di Perusahaan Galangan Kapal Korea Selatan

Sumber: Jurnal Maritim