Memancing Baronang di Pulau Lancang

Memancing Yuk. Foto kedit: Google

Memancing Yuk. Foto kedit: Google

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata “Pulau Lancang”?

Apabila Anda pemancing dan ingin mencoba peruntungan atau keahlian mendapatkan ikan baronang, Anda bisa mendatangi Pulau Lancang.

Dimas (27), warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, baru saja tiba di Dermaga Pulau Lancang, Kelurahan Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (17/10/2015) sore.

Karena tidak sempat mengejar kapal dari Kali Adem, ia bersama lima rekannya terpaksa menggunakan feri dari Rawa Saban, Cituis, Kabupaten Tangerang. Kapal tiba di pulau itu sekitar pukul 15.00 setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam.

Tak hanya mereka, sebagian besar penumpang kapal yang turun di dermaga itu adalah warga Jakarta yang sengaja datang menghabiskan akhir pekan di pulau nelayan tersebut.

”Seharusnya kami sudah tiba sejak tadi siang. Tetapi, karena di Muara Angke tidak ada kapal, kami langsung ke Rawa Saban,” ujar Dimas.

Begitu kaki menginjak tanah Lancang, Dimas dan tiga rekannya langsung menuju rumah kerabatnya, sekitar 300 meter dari bibir dermaga. Masing-masing dari mereka membawa perlengkapan memancing, termasuk kotak kecil berisi umpan ikan dan boks pendingin untuk menampung hasil pancingan.

Setelah mengaso sejenak, mereka menuju pinggir pantai. Batu karang atau koral tajam yang menahan abrasi lahan urukan di belakang rumah warga menjadi pilihan mereka untuk menyalurkan hobi memancing.

Dimas membiarkan kakinya yang dibalut sepatu kets menyentuh air laut. Ia nekat berjalan masuk laut hingga ketinggian air menyentuh lututnya atau sekitar 60 sentimeter.

Air laut sore itu cukup jernih sehingga karang di dasar laut terlihat sangat jelas. Selintas terlihat gerombolan ikan kecil berwarna perak berseliweran. Ikan ini bukan yang diincar Dimas dan rekannya. Mereka datang berburu ikan baronang dan ikan karang lainnya, termasuk kerapu, kakap, dan cumi-cumi.

”Sebulan sekali kami datang memancing. Bulan lalu memancing di sini, saya dapat baronang. Tak banyak, tetapi lumayan besar. Kalau mujur, bisa dapat kakap karang,” ujar Dimas.

Babeh (60), rekan Dimas, mengatakan, setiap kali datang memancing, mereka selalu mengincar ikan baronang dan kerapu di laut dangkal.

Melawan kantuk

Tak hanya Dimas dan rekannya yang memilih berakhir pekan dengan memancing ikan di Pulau Lancang. Pendatang dari Jakarta dan Tangerang yang punya hobi memancing pun memilih pulau ini sebagai tempat memancing. Selain dekat dengan Jakarta dan Tangerang, pemancing masih bisa mendapat banyak ikan di pulau itu.

”Sebelumnya, saya suka memancing ke Pulau Pari. Sebulan sekali pasti ke sana. Ikannya banyak. Sekarang, karena ikannya sudah hampir enggak ada, saya ke Pulau Lancang,” kata Septiadi (35), wirausahawan dari Bekasi yang lima tahun terakhir menekuni hobinya ini.

Berbeda dengan Dimas, ia datang sendiri ke pulau itu untuk memancing. Meski demikian, Septiadi mendapat teman lain untuk memancing ketika sudah berada di pulau.

”Pemilik warung di sini sudah kenal baik. Soalnya saya sering ke sini, menenangkan pikiran dan menyalurkan hobi,” kata Septiadi.

Tidak terhitung lagi berapa kali Dimas, Babeh, Septiadi, dan pemancing mania lainnya datang ke pulau ini.

Tak sulit memancing ikan di pulau ini. ”Enggak perlu sewa perahu atau kapal. Banyak kapal dari Kali Adem, Muara Angke. Mau naik kapal nelayan atau kapal penumpang. Tetapi, ada jadwalnya. Jika terlambat, terpaksa kejar kapal siang di Rawa Saban, Tangerang,” ujarnya.

Para pelancong spesial ini biasanya datang Sabtu pagi atau siang dan mereka akan balik lagi ke Jakarta dan Tangerang hari berikutnya.

Babeh mengatakan, rasa kantuk selalu dilawan saat memancing di laut. ”Terkadang sudah mengantuk, tetapi begitu ikan mulai menarik kail, langsung terbangun,” kata Babeh yang sudah sekitar 20 tahun melaut

Jika malam hari, pemancing ini berkeliaran di sekitar dermaga hingga di seluruh pinggiran pulau. Mereka duduk berkelompok supaya kantuk hilang. Ketika melaut, mereka membawa bekal makanan sendiri-sendiri.

Sumber: Kompas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s