Stik Cumi, Produk Khas Kelapa Dua, Kepulauan Seribu

Maghrib baru saja berlalu. Sejumlah lelaki Kelapa Dua kembali ke rumah setelah menunaikan shalat di masjid. Pada saat yang sama, sebagian kaum perempuan berjalan cepat mendatangi salah satu rumah di pulau itu. Bau cumi-cumi yang khas menyeruak dari rumah yang dituju.

Sembilan perempuan duduk melantai di sebuah rumah berlantai tegel, Selasa (11/8). Dua wajan besar penuh minyak berada di atas kompor yang menyala . Baskom-baskom berisi adonan tergelatak di lantai.

Adonan berwarna putih kekuningan itu diulek selama beberapa menit. Setelah selesai, tanpa dikomando, para perempuan yang rata-rata adalah ibu rumah tangga ini mengambil adonan yang telah jadi untuk dipotong kecil-kecil.

Baca Juga Sewa Speedboat Kepulauan Seribu

“Dipotongnya sekitar sebesar jari kelingking. Ujungnya dibuat runcing seperti stik. Makanya dibilang stik cumi, tetapi bukan stik yang di tipi-tipi (televisi), ini kerupuk, ha-ha-ha,” ucap Milyanti (38)

Milyanti dan sejumlah tetangganya sibuk membuat stik cumi. Kerupuk degan bahan dasar cumi dan tepung itu menjadi usaha andalan mereka sekitar satu tahun terakhir.

Tidak sulit membuat kerupuk cumi. Bahan-bahan yang diperlukan juga tidak begitu banyak. Selain cumi-cumi, tepung tapioca, penyedap rasa, garam, dan telur adalah bahan dasarnya.

“Tetapi, cumi-cuminya harus segar dan ukurannya yang besar seperti cumi karang atau cumi teropong. Telurnya juga harus banyak, sekitar 30 untuk membuat 3 kilogram cumi,” tambah Milyanti.

Saat dicoba, bau dan rasa cumi-cumi begitu kental menandakan kehadiran si hewan laut lunak itu sebagai bahan utama. Padat dan garing, enak. Terbungkus kemasan plastik, kerupuk ini mampu bertahan satu bulan tidak menggunakan bahan pengawet.

Sitti, Ketua Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Family, mengungkapkan, tidak mudah membuat adonan dengan kadar yang pas tersebut. Di harus melakukan uji coba selama sebulan untuk mendapatkan resep yang pas. Setelah dirasa pas, dia mengajak para tetangga dekatnya, yang tak lain adalah masih satu keluarga besar, memproduksi stik cumi dalam skala yang lebih besar. Family dipilih sebagai merek produk itu.

“Usaha ini cukup membantu menutupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, sebagian anggota tidak punya pekerjaan berpenghasilan. Kerjanya hanya urus cucu, bergosip, atau mencari kutu,” kata Sitti yang lalu disambut tawa ibu-ibu lainnya.

Menurut Sitti, proses pembuatan ini sengaja dimulai saat sore atau malam hari. Dengan begitu, anggotanya masih punya kesempatan mengurus keluarga atau membantu suami di laut. Pekerjaan utama tidak terhalangi dengan adanya usaha bersama ini.

Perlu Pendampingan

Kelompok Usaha ini memang baru berjalan sekitar satu tahun. Akan tetapi, jumlah pelanggannya cukup banyak. Dalam satu bulan, mereka bisa memproduksi 100 kilogram stik cumi. Omsetnya sekitar Rp 8,5 juta.

Meski demikian, kata Sitti, mereka tetap butuh bantuan dan pendampingan. Alat-alat produksi yang dulu hasil bantuan pihak tertentu, seperti kompor, baskom, dan wajan, telah banyak yang tidak bisa digunakan.

Pemasaran dilakukan secara konvensional, dari mulut ke mulut. Pembelinya rata-rata adalah kenalan sendiri. Pembeli sebagian besar memesan adalah kenalan sendiri. Pembeli sebagian besar memesan beberapa hari sebelumnya. Sebagian produksi terjual dalam satu dua hari dibuat.

Selain kelompok Family, ada dua kelompok pembuat dan pengolah hasil laut lain di Kelapa Dua. Kedua kelompok ini telah mendapatkan bantuan dari Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu. Akan tetapi, karna tidak didampingi secara intensif, usaha mereka belum begitu berkembang. (Kompas Cetak, 29 Agustus 2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s