Jadilah Wisatawan Bahari yang Bertanggung Jawab

sterefoam pulau tidung- rentalspeedboat.com

sterefoam di pantai pulau tidung, sampah abadi, tidak dapat terurai

Sampah menjadi permasalahan klasik pariwisata Indonesia khususnya wisata bahari.

Pulau Tidung, destinasi wisata yang sering dikunjungi warga Jakarta pada akhir pekan mengalami permasalahan pengelolaan sampah. Sampah menumpuk. Pun, pulau-pulau yang terkenal seperti Bali, GiliTrawangan, Derawan mengalami persoalan yang sama, banyaknya sampah pariwisata. Agar destinasi-destinasi wisata ini tidak kehilangan pesonanya, ada baiknya kita menjaga kelestarian dan kebersihannya. Jadilah wisatawan yang bertanggung jawab terhadap alam.

Berdasarkan Kompas.com   , ada 4 hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga keindahan destinasi wisata bahari.

  • Hindari kemasan sachet

Kemasan sachet, seperti shampoo sachet, memang praktis dibawa saat traveling. Tetapi plastik jenis ini, dengan aluminium di bagian dalamnya, susah untuk didaur ulang. Alih-alih, biasanya sampah plastik jenis ini harus dibakar.

Agar tetap praktis, bawa saja perlengkapan mandi dalam ukuran kecil. Saat ini sudah banyak yang menjual botol isi ulang dalam ukuran kecil. Isi botol-botol tersebut dengan shampoo dan sabun cair. Untuk pasta gigi bisa membawa tube ukuran kecil.

Jika terpaksa harus membeli dalam kemasan sachet, cara terbaik adalah menyimpan sampah kemasan. Bawa pulang kemasan tersebut dan buang saat di pulau utama atau saat sudah di tempat tinggal Anda.

  • Kurangi konsumsi camilan ringan

Sama seperti kemasan sachet, camilan ringan biasanya menggunakan kemasan dari plastik yang sama, yaitu aluminium di bagian dalamnya. Plastik ini pun susah didaur ulang.

Cara terbaik jangan membuangnya, walau di tong sampah sekali pun. Simpan sampah plastik dan bawa pulang. Baru buang sesampai Anda di rumah.

  • Hindari peralatan makan sekali pakai

Sedotan ataupun gelas plastik, memang bisa didaur ulang. Tetapi, mengurangi sampah adalah cara terbaik. Di Gili Trawangan misalnya, beberapa kedai sudah menggunakan sedotan bambu yang bisa dipakai lagi.

Minumlah dengan gelas kaca. Atau, bawalah tumbler sendiri agar minuman bisa dibawa-bawa. Bawa pula sendok, garpu, dan pisau, dalam bentuk bisa dilipat dan ukuran kecil, biasanya tersedia khusus untuk traveling.Kertas minyak untuk membungkus makanan juga termasuk sampah yang sulit didaur ulang. Kalau bisa, pilihan membungkus dengan daun pisang lebih baik. Tentu cara terbaik membawa sendiri kotak bekal yang bisa dipakai ulang. Kotak bekal bisa menjadi tempat untuk menaruh camilan, teman perjalanan menuju pulau wisata.
  • Katakan “Tidak” pada plastik kresek

Bawalah tas kain yang bisa dilipat dan gantung di tas backpack atau kopor Anda. Saat ini sudah banyak tersedia tas kain lipat untuk traveling.

Gunakan tas kain ini sebagai pengganti plastik kresek. Setiap belanja di warung, toko oleh-oleh, kedai, ataupun minimarket, belanjaan bisa dimasukkan ke plastik kresek.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s