Hal Penting tentang Kapal Kargo, Anda Harus Ketahui

Salah satu penunjang utama nilai ekonomi maritim berasal dari aspek transportasi laut. Transportasi laut memegang peranan penting, karena dapat memperlancar transaksi barang antara satu pulau dengan pulau lain. Peranannya dapat merangsang pertumbuhan ekonomi pada wilayah berkembang.

Selain itu, transportasi laut dapat menjadi sarana untuk melayani mobilitas manusia, barang, dan jasa, baik di dalam maupun dari dan ke luar negeri. Sebab, lebih dari 90 persen volume barang ekspor-impor diangkut melalui laut, dan sekitar 88 persen pergerakan barang antar-pulau nasional diangkut melalui laut.

Kapal kargo adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut muatan. Menurut Jenis muatan yang diangkut, kapal kargo dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.

  1. Kapal kontainer, yakni kapal kargo yang khusus mengangkut muatan dalam bentuk petikemas.
  2. Kapal tanker, adalah kapal kargo yang mengangkut muatan dalam bentuk cairan, seperti minyak.
  3. Kapal LNG, yaitu kapal kargo yang mengangkut muatan Liquid Natural Gas.
  4. Kapal general cargo atau bulk, yakni kapal kargo pengangkut muatan umum yang telah di-packing atau pun yang tidak di-packing (curah). Muatan yang di-packing seperti mesin, pupuk, semen, coli, dan lainnya. Muatan curah seperti nickel ore, PKE (Palm Kernel Expeller), batubara, dan lainnya.

Sementara ukuran kapal kargo berdasarkan muatan adalah sebagai berikut.

  1. Dry cargo (muatan kering/curah), terdiri dari Small Handy size memilii DWT (dead weight ton) sekitar 28 ribu; Handy size dengan DWT sekitar 28 ribu-40 ribu; Handymax yang memilii DWT sekitar 40 ribu-50 ribu; Panamax; Capesize.
  2. Oil, terdiri dari Aframax dengan DWT sekitar 75 ribu-115 ribu; Suezmax; VLCC (Very Large Crude Carrier) memilii DWT sekitar 150 ribu- 320 ribu; ULCC (Ultra Large Crude Carrier) dengan DWT sekitar 320 ribu-550 ribu.
  3. Container, terdiri dari feeder container vessel, yakni kapasitas TEUs yang dapat diangkut oleh sebuah kapal feeder berkisar 1.000-2.000 TEUs; Feedermax berkapasitas angkut 3.000 TEUs; Panamax, berkapasitas 5.000 TEUs dengan panjang kapal 292.15 m, lebar 32.2m, dan kedalaman draft 21.2 m; Post Panamax dengan kapasitas TEUs 10 ribu TEUs; New Panamax berkapasitas 14.500 TEUs; Ultra Large Container Vessel ( ULVC ) dengan kapasitas angkut lebih dari 15 ribu teus, serta panjang kapal 397 m, lebar 56 m, draft 15.5 m

 

Sumber: Jurnal Maritim

Sebagai negara Bahari, Indonesia harus mengembangkan kelautan agar perpindahan barang antar pulau dapat berjalan dengan lancar. Kapal Kargo yang berkualitas baik dan berjumlah memadai dapat membantu Indonesia menjadi negara maritim yang disegani seperti yang diharapkan Pemerintahan Baru 2014-2019. Jayalah Indonesia!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s