Laut Bukan Tempat Sampah Raksasa

Cara hidup masyarakat mempengaruhi keberlangsungan alam.

Didien Djunaedi, Sekjen Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) mengatakan bahwa kebanyakan permukiman penduduk atau nelayan di pesisir pantai atau sungai membelakangi (laut) dan menghadap ke jalan raya. Bisa dibayangkan, ke mana limbahnya dibuang Hal ini menandakan bahwa kita memang kurang peduli dan kurang mencintai laut kita.

Sekjen Gahawisri mengungkapkan, “dari fenomena yang sederhana ini, seperti arah hadap rumah yang membelakangi laut, bisa disimpulkan bahwa laut masih dipandang sebelah mata. Laut belum dipandang sebagai sumber penghidupan, dan masa depan perekonomian”.

Laut masih dilihat sebagai tempat sampah. Tempat membuang segala limbah/kotoran rumah tangga. Padahal apabila masyarakat lebih memperdulikan laut maka laut dapat memberikan kehidupan yang layak.

Menurut Didien, untuk mengatasi permasalahan ini kita harus memberikan pemahaman, pengetahuan kepada masyarakat kita dalam mengubah persepsi, sikap , dan perilaku masyarakat dalam memaknai apa peranan dan fungsi laut itu sendiri bagi kelangsungan kehidupan manusia.

Secara perlahan-lahan semoga masyarakat pesisir semakin menyadari bahwa kelestarian laut berarti keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

Sumber: Jurnal Maritim

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s