Indonesia Membutuhkan Lebih Banyak Marina

Indonesia minim Marina. Indonesia membutuhkan lebih banyak terminal kapal (marina) untuk mendukung aktivitas perekonomian.

Marina Ancol. Foto kredit; RentalSpeedboat

Marina Ancol. Foto kredit; RentalSpeedboat

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengusulkan pembentukan Asean Marine Tourism Council yang mengintegrasikan wisata laut antar negara di Asean guna mendongkrak kunjungan yatch (kapal mewah) yang berlabuh di Indonesia.

Ketua Umum GIPI Didien Junaedy mengatakan setiap tahun terdapat sekitar 600 hingga 700 yatch yang berlayar ke lautan di Indonesia, tetapi baru segelintir yang berlabuh. Selain karena belum saling terkoneksinya wisata bahari Indonesia dengan negara lainnya di Asean, juga disebabkan karena masih minimnya marina (terminal kapal) di Tanah Air.

Padahal, beberapa negara seperti Singapura dan Malaysia sudah memiliki banyak marina yang disinggahi kapal-kapal mewah tersebut. “Tentu harus di buat Asean Marine Tourism Council supaya semua saling terintegrasi, tidak hanya memanfaatkan perairan Indonesia saja tetapi juga berlabuh di Indonesia,” ucapnya kepada Bisnis, Rabu (22/1/2014).

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, tuturnya, Indonesia perlu memperbanyak jumlah marina setidaknya hingga 15 titik, yang terletak di pulau-pulau kecil, wilayah pesisir, hingga perairan pedalaman di Indonesia.

“Jelas kita harus menambah marina-marina kecil di tiap-tiap destinasi, tidak harus mewah yang penting aman, ada fasilitas beristirahat, infrastruktur air, listrik, dan meeting. Dengan demikian, kapal-kapal itu pasti akan berlabuh di Indonesia karena wisata laut kita sangat indah,” tuturnya.

Banyak daerah potensial yang menurutnya cocok untuk pembangunan marina dan taman rekreasi pantai antara lain di Kepulauan Anambas, Tanjung Pandan, Belitung, Pare-Pare, pelabuhan Ambon, Wakatobi, hingga Sorong atau Biak.

Bertambahnya kapal-kapal mewah yang berlabuh ke pulau-pulau di Indonesia, tidak saja meningkatkan kunjungan wisman, lebih dari itu dapat mendongkrak perekonomian di wilayah pesisir tersebut. Apalagi, rata-rata waktu singgah kapal-kapal tersebut bisa mencapai sekitar satu minggu hingga satu bulan.

Sumber: Bisnis Indonesia

Kami menyewakan berbagai tipe Speedboat dan Yacht  untuk keperluan memancing,nyekar, larung, pre wedding, dan wisata pulau Kepulauan Seribu silahkan klik SINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s